Pembawa Berita Transgender yang Pertama di Pakistan

Tuesday, March 27, 2018

Pembawa Berita Transgender yang Pertama di Pakistan

Pembawa Berita Transgender yang Pertama di Pakistan

Kabar Berita Harian - Pembawa Berita Transgender yang Pertama di Pakistan

Kabar Berita Harian - Seorang pembawa berita televisi asal Pakistan, Marvia Malik, baru-baru ini menjadi perbincangan di kalangan pengguna media sosial. Bukan karena penampilannya saat membawakan berita namun karena Malik merupakan seorang transgender.

Perempuan 21 tahun itu merupakan pembawa berita transgender pertama di negara tersebut. Penampilannya saat membawakan berita mengundang reaksi positif dari netizen, khususnya bagi mereka yang mendukung transgender.

Banyak yang berpendapat bahwa terpilihnya Malik menjadi pembawa berita menunjukkan bahwa negara tersebut telah mendukung hak-hak transgender.

Malik sendiri mengatakan bahwa dia ingin menjadi pembawa berita untuk membuktikan kepada dunia bahwa transgender bisa menjadi apapun untuk meningkatkan kehidupan mereka. Meski demikian, dia tetap berterima kasih atas segala perhatian yang diterima setelah penampilan pertamanya.

"Saya melamar untuk posisi itu karena saya ingin membuktikan bahwa orang-orang dari komunitas transgender mampu melakukan pekerjaan apapun dan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan," katanya, dikutip dari laman CNN, Selasa (27/3).

"Saya ingin menunjukkan kepada negara, bahwa kami bisa lebih dari sekadar objek ejekan. Bahwa kami juga manusia," ujar lulusan Universitas Punjab jurusan jurnalisme itu.

Awal bulan lalu, Dewan Senat negara tersebut meloloskan Rancangan Undang-Undang untuk melindungi hak-hak komunitas transgender di negara tersebut.

Undang-Undang itu memungkinkan individu mengubah jenis kelamin mereka pada kartu identitas penduduk, mewarisi properti dan tidak didiskriminasikan jika ingin menempati kursi di kantor pemerintah.

Meski RUU ini sudah dinilai sebagai pencapaian terbaru oleh kelompok Hak Asasi Manusia dan Aktivis, namun Malik menilai bahwa perlu ada perubahan dari sikap masyarakat agar UU tersebut benar-benar bisa dilaksanakan.

Sebagaimana diketahui, menurut sensus penduduk 2017, ada hampir 10.000 orang dari sekitar 200 juta penduduk yang mengaku sebagai transgender di negara tersebut.



March 27, 2018

0 comments:

Post a Comment

Pria Malah Tewas Ditimpa Batu Besar Saat Lolos dari Letusan Gunung Vesuvius

Sekelompok arkeolog di situs bersejarah Pompeii menemukan kerangka manusia yang menjemput ajal dengan malang. Kepalanya terpenggal oleh...