John Bolton Baru Saja Ditunjuk Jadi Penasihat Kepresidenan Dan Mengatakan AS harus siap perang

Tuesday, March 27, 2018

John Bolton Baru Saja Ditunjuk Jadi Penasihat Kepresidenan Dan Mengatakan AS harus siap perang

John Bolton Baru Saja Ditunjuk Jadi Penasihat Kepresidenan Dan Mengatakan AS harus siap perang

Kabar Berita Harian - John Bolton Baru Saja Ditunjuk Jadi Penasihat Kepresidenan Dan Mengatakan AS harus siap perang

Kabar Berita Harian - Presiden AS Donald Trump menunjuk Penasihat Kepresidenan Bidang Keamanan Nasional Amerika Serikat yang baru, John Bolton. Hanya berselang beberapa jam setelah namanya diumumkan untuk mengisi posisi itu, ia sudah mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Sang penasihat yang baru mengatakan, Amerika Serikat harus 'bersiap untuk perang' guna mengamankan perdamaian. Ia juga mengisyaratkan tanda-tanda kemunculan kebijakan luar negeri AS yang lebih keras dalam waktu dekat.

John Bolton yang juga mantan Duta Besar AS untuk PBB, membuat komentar itu hanya beberapa jam setelah ditunjuk untuk mengisi peran Penasihat Kepresidenan lewat Tweet dari Presiden Trump.

"Cara paling pasti untuk menghindari konflik adalah memiliki kemampuan militer yang kuat," kata Bolton kepada Sky News, seperti dikutip dari Telegraph pada Senin (26/3).

"Seperti yang dulu dikatakan orang Romawi Kuno: Si vis pacem, para bellum - jika Anda ingin kedamaian, bersiaplah untuk perang".

Penunjukkan Bolton menjadikan pria itu sebagai Penasihat Keamanan Nasional Ketiga Trump dalam 14 bulan.

Pernah bertugas di PBB di bawah Presiden George W Bush, Bolton dikenal karena pandangan kebijakan luar negerinya yang agresif dan pendekatan tanpa basa-basi untuk diplomasi.Penunjukan Bolton sebagai Duta Besar AS untuk PBB pada 2005 ditolak oleh senat, seorang mantan pejabat pernah menyebut dia sebagai 'pria yang suka menjilat, menendang-nendang' tetapi didukung oleh Bush.

Namun, hubungan 'mesra' Bush dan Bolton kandas setelah Bush menyebut Bolton sebagai seseorang yang tidak kredibel.

Keputusan Donald Trump memilih Bolton untuk menggantikan HR McMaster, seorang pensiunan jenderal, pada tanggal 9 April. The Post menuliskan bahwa McMaster kerap berpura-pura memahami masalah yang disampaikan dalam setiap pertemuan hanya untuk membuat Trump berhenti berbicara.

"Saya sangat berterima kasih atas pengabdian Jenderal HR McMaster, yang telah melakukan pekerjaan luar biasa dan akan selalu menjadi teman saya," kata Trump dan cuitan di Twitter, Kamis (22/3) seperti dikutip dari VOAIndonesia.

Bolton saat ini adalah analis Fox News. Sosok pilihan Donald Trump itu punya reputasi sebagai tokoh konservatif yang berbicara keras dan mendukung aksi militer terhadap Iran dan Korea Utara dan telah mengambil sikap garis keras terhadap Rusia



March 27, 2018

0 comments:

Post a Comment

Pria Malah Tewas Ditimpa Batu Besar Saat Lolos dari Letusan Gunung Vesuvius

Sekelompok arkeolog di situs bersejarah Pompeii menemukan kerangka manusia yang menjemput ajal dengan malang. Kepalanya terpenggal oleh...