Banyak Tawaran Pinjaman, Hati-Hati itu Jebakan Para Rentenir Online

Saturday, March 10, 2018

Banyak Tawaran Pinjaman, Hati-Hati itu Jebakan Para Rentenir Online

Banyak Tawaran Pinjaman, Hati-Hati itu Jebakan Para Rentenir Online

Kabar Berita Harian - Banyak Tawaran Pinjaman, Hati-Hati itu Jebakan Para Rentenir Online

Kabar Berita Harian - Di era internet, kanal pinjaman semakin banyak tersedia. Dulu kita hanya mengenal bank, lembaga pembiayaan (multifinance), koperasi, maka di era internet ini kita mengenal peer to peer lending, fintech lender, dan fintech aggregator.
Mengakses pinjaman zaman sekarang menjadi semakin mudah. Kemudahan memperoleh pinjaman ini bak pisau bermata satu. Satu sisi, kemudahan mengakses pinjaman akan menguntungkan bagi mereka yang memang sangat membutuhkan proses cepat. Sisi lain, kemudahan ini membuat seseorang bisa lebih mudah terbelit utang tak berujung apabila dalam prosesnya kurang berhati-hati mencari pinjaman yang baik.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di media online pekan lalu untuk mengingatkan masyarakat terhadap tawaran pinjaman uang online berbunga sangat tinggi, jauh di atas bunga pinjaman perbankan.
Tanpa kecermatan mencari pinjaman, Anda bisa terjebak rayuan rentenir online dengan iming-iming dana cepat cair.
Di luar negeri biasanya disebut Shark loan. Seiring kehadiran internet, rentenir bukan hanya ada dipedesaan atau pasar-pasar. Mereka kini menyodorkan pinjaman bunga tinggi melalui jaringan online. Inilah yang disebut rentenir online.
Sebab itu, ketahui lebih banyak ciri rentenir online dan cara kerja mereka. Ciri utama rentenir adalah mereka menyediakan pinjaman atau utang dengan beban bunga di luar kewajaran. Sebagai contoh, bunga pinjaman tanpa angunan yang berlaku di pasar saat ini rata-rata di kisaran 1 persen sampai 3 persen per bulan. Ini adalah tingkat bunga pinjaman tanpa angunan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan resmi seperti bank, multifinance, hingaa koperasi.
Sedangkan para rentenir atau lintah darat bisa menawarkan pinjaman dengan bunga yang melampaui batas tersebut, sekitar 1 persen per hari atau setara 30 persen per bulan! Sangat mahal.
Banyak kejadian di mana jerat rentenir atau si lintah darat ini memicu masalah lain yang pelik, mulai dari kriminalitas, konflik rumah tangga sampai hal-hal buruk lainnya.
Apa saja ciri-cirinya? Berikut ini ciri-ciri pinjaman bak rentenir, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan.

1. Bunga pinjaman sangat mahal

Ini adalah ciri utama rentenir atau shark loan. Mereka mematok biaya pinjaman atau bunga di luar batas kewajaran. Misalnya, 1 persen per hari bahkan ada yang mematok bunga 1 persen tiap hari 12 jam. Mereka berani memasang bunga tinggi karena iming-iming persyaratan mudah dan pencairan dana pinjaman nan cepat.

Berapa tingkat bunga yang dibanderol rentenir, berbeda-beda tergantung keinginan si lintah darat. Mereka tidak dibatasi oleh regulator seperti Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

2. Syarat mudah dan cair cepat

Para rentenir memberi bungan sangat tinggi karena memberi iming-iming kecepatan pencairan dana dan kemudahan persyaratan mendapatkan pinjaman.

Bila bank atau penyedia pinjaman pada umumnya menerapkan syarat cukup ketat, mulai dari kejelasan identitas, histori kredit (Bl Checking), sampai syarat angunan; maka syarat dari rentenir, syaratnya dibuat sangat mudah.

Cukup memberi fotokopi identitas dan foto diri misalnya. Tanpa syarat Bl Checking dan syarat kartu kredit.

3. Aturan bunga dibuat sesukanya

Ketika si peminjam gagal membayar pinjaman, katakanlah sampai 2 bulan, si pemberi pinjaman bisa saja mewajibkan peminjam membayar bunga hingga tiga kali lipat.

Semakin lama menunda pembayaran, peminjam dipaksa menanggung bunga yang luar biasa besar. Bunga yang terus menerus menjerat ini terus menghisap peminjam sampai nilai utang jadi membengkak.

4. Bila kredit macet, mereka menawarkan utang baru

Ciri berikutnya adalah, ketika ada pinjaman yang macet, pemberi pinjaman biasanya tak segan menawarkan utang baru untuk menutup utang lama.

Gali lobang tutup lobang pun terjadi tanpa ada keinginan untuk menolong peminjam supaya masalah utangnya menemukan jalan keluar. Yang terjadi, peminjam sulit keluar dari jeratan utang.

5. Rentenir tidak segan memakai cara kasar

Ketika pembayaran utang mulai terhambat, pemberi pinjaman tak segan melakukan tindakan kekerasan saat menagih pembayaran utang.

Rentenir online memakai debt collector agar si peminjam takut sehingga mau tidak mau akan membayar utangnya sesuai hitungan peminjam tanpa membuka ruang kompromi

Bank memang memakai jasa debt collector untuk menanggani kasus kredit bermasalah. Namun, bank atau lembaga keuangan resmi dibatasi oleh aturan penagihan yang sudah ditetapkan oleh regulator, yakni peraturan Bank Indonesia. Sebaliknya, para rentenir beroperasi tanpa pengawasan regulator.



March 10, 2018

0 comments:

Post a Comment

Pria Malah Tewas Ditimpa Batu Besar Saat Lolos dari Letusan Gunung Vesuvius

Sekelompok arkeolog di situs bersejarah Pompeii menemukan kerangka manusia yang menjemput ajal dengan malang. Kepalanya terpenggal oleh...